Transformasi Pusat Dagang dan Pohon Andong
Dusun Kandongan merupakan hasil evolusi modern dari sebuah dusun historis besar bernama Karang Sari. Karang Sari dulunya adalah pusat peradaban dan perdagangan desa yang sangat maju, namun identitasnya perlahan berubah menjadi Kandongan karena adaptasi ekonomi masyarakatnya yang membudidayakan pohon Andong sebagai bahan baku utama kerajinan pembungkus tempe.
Pada masa kejayaannya, dusun ini bernama Karang Sari, sebuah wilayah yang megah dan menjadi jantung perekonomian. Sebagai pusat perdagangan, Karang Sari memiliki pasar dan menjadi tempat bertemunya para saudagar dari berbagai penjuru. Namun, dinamika zaman membawa perubahan pada mata pencaharian warganya. Selain berdagang, sebagian besar penduduknya mulai menekuni industri rumahan pembuatan tempe tradisional.
Dalam proses pembuatan tempe tersebut, warga membutuhkan media pembungkus alami yang kuat dan khas. Mereka pun mulai menanam Pohon Andong secara masif di pekarangan rumah, ladang, hingga sepanjang jalan dusun. Daun andong dari Karang Sari sangat terkenal karena kualitasnya yang membuat aroma tempe menjadi lebih sedap. Akibat pemandangan dusun yang hijau dipenuhi pohon andong dan aktivitas warganya yang selalu "mengandong" (membawa/mengolah daun andong), orang-orang mulai melupakan nama Karang Sari. Masyarakat lebih akrab menyebutnya sebagai Dusun Kandongan (tempatnya pohon dan pengrajin andong). Perubahan nama ini menandai babak baru dusun ini dari pusat perdagangan umum menjadi dusun sentra industri kreatif berbasis kearifan lokal.